Siapa yang Salah?

Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata pendidikan? Sekolah? Pelajaran? Guru? Pasti ketiga hal tersebut langsung terlintas di benak kalian saat mendengar kata pendidikan. Karena memang pendidikan tidak pernah jauh kaitannya dengan sekolah, guru, dan pelajaran. Namun, apakah kalian pernah merasa bingung dengan sistem pendidikan kita? Dimana kita dituntut untuk paham segudang mata pelajaran sedangkan guru hanya mahir satu mata pelajaran saja.
Pasti di antara kalian pernah mendengar guru mengatakan, "Saya tidak bisa biologi, karena saya guru fisika." Pertanyaannya, apakah kalau kita berminat di bidang biologi juga harus mahir fisika? Hal itu sungguh miris. Karena diterima atau tidak hal tersebut membuat sebagian besar siswa menjawab "bingung" saat ditanya apa cita-cita mereka. Mengapa? Karena mereka dituntut untuk paham dalam berbagai bidang hingga kemampuannya sendiri luput dari perhatian.
Mungkin jika mereka masih duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah menengah pertama, hal tersebut masih belum terlalu dipikirkan. Namun, saat mereka telah menginjak bangku sekolah menengah atas, terutama yang tengah mengenyam tahun terakhir, kebingungan selalu menyelimuti saat menentukan pilihan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Mengapa? Karena banyaknya materi yang harus dikuasai sedangkan tidak semua akan berguna di masa depan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dampaknya tentu sangat besar. Banyak lulusan sarjana yang berujung bekerja di bank bahkan menganggur karena tidak tahu apa sebenarnya kemampuan diri mereka sendiri. Luntang-lantung tidak dapat terelakkan lagi. Akhirnya, pundi-pundi rupiah yang jumlahnya tidak sedikit untuk membiayai kuliah terbuang sia-sia. Miris bukan? Lalu, jika sudah seperti ini, siapa yang salah?

Nama : Nindya
Kelas : 12
Kelompok : 4
Tema : pendidikan 

Komentar

Postingan Populer