Populer Itu Wajib
Di zaman modern ini, smartphone sudah menjadi hal yang wajib
dimiliki. Smartphone membantu kita
untuk melakukan berbagai hal, seperti pekerjaan, kesehatan, belajar, hiburan,
komunikasi, dan lain-lain. salah satu fitur yang wajib dimiliki bagi semua
orang adalah sosial media, seperti Line, Whatsapp, Snapchat, Instagram,
Twitter, Path, dan lain-lain.
Tak jarang di zaman
sekarang, orang akan dianggap tidak gaul jika tidak memiliki akun-akun tersebut
seolah itu wajib seperti bernafas. Postingan-postingan yang ada pun harus
terlihat ber’harga’ agar mendapat like
dan followers yang banyak. Orang akan
lebih dipandang jika memiliki banyak like
dan followers. Untuk memenuhi hal
tersebut, bahkan orang-orang harus membeli like
dan followers. Contoh lain, sekarang
banyak lagu-lagu yang tersebar, dan jika kita tak mengetahui lagu tersebut,
kita dianggap kurang update.
Saya memiliki
pengalaman sejenis itu. Saat saya ada di bangku sekolah dasar dulu, saya masih
belum diperbolehkan untuk memiliki blackberry
(saat itu blackberry sedang populer).
Teman-teman saya yang memiliki blackberry,
mengakses banyak sekali. Mereka punya twitter, menemukan idola, dan lain-lain,
sementara saya tidak punya (ada facebook,
tetapi saya boleh membukanya dengan pengawasan orang tua). Saat itu saya masih
ingat salah satu teman dekat saya mulai menganggap saya tidak asyik hanya
karena saya tidak tahu tentang idolanya, yaitu One Direction dan Justin Bieber.
Dia telah hafal lirik-lirik lagunya, sedangkan saya sama sekali tidak tahu
siapa ia dan apa saja lagu-lagunya. Teman saya pun mulai mencari anak yang bisa
diajak bicara tentang idolanya ini.
Pengalaman lain, saat
ini, kita harus menjadi cantik, ataupun melebih-lebihkan apa yang kita punya
agar menjadi populer. Kita harus membuat instastory
yang terlihat bergengsi agar kita dianggap hits dan akhirnya menjadi selebgram.
Adik saya yang masih kelas 7 saja sekarang sudah mempunyai akun instagram
dengan followers lebih dari 250,
sedangkan saat itu saya masih belum mempunyai akun instagram.
Menurut saya,
orang-orang yang populer juga dipandang lebih tinggi dan elit. Mereka cenderung
berkumpul dengan orang-orang yang sama populernya dan tidak banyak yang mau
ikut berbaur dengan orang-orang yang biasa. Hal ini lah yang membuat gaya hidup
menjadi berkelompok-kelompok dan saling membedakan.
Populer memang menjadi
wajib jika kita berbisnis, mengadakan perkumpulan kursus belajar, dan hal
penting lainnya. Populer memang membawa dampak yang baik. Akan tetapi, dibalik
dampak baik tentu saja ada dampak yang buruk.
Dalam pengalaman saya
sendiri, teman-teman saya yang populer lebih cepat mempunyai pacar dan orang
yang populer harus rela untuk diikuti kehidupannya, digemari, dan lain-lain.
entah itu adalah dampak negatif atau dampak positif bagi mereka, tergantung
bagaimana mereka menanggapinya.
Menjadi populer toh tidak harus cantik, kaya dan elit. Dengan
menjadi pandai kita juga bisa menjadi populer. Carilah cara menjadi populer
yang lebih sehat dan baik, agar membawa kebaikan untuk diri sendiri dan orang
lain.
Nama : Andini Firyal Pramesti
Kelas asal : X MIA 3
Kelompok : 3
Tema : Gaya Hidup
Komentar
Posting Komentar