Pendidikan itu Mahal

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting untuk membangun sebuah negara agar menjadi lebih maju. Seperti kata Bung Karno, “Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung, tapi berikan aku 10 pemuda yang cinta tanah air, maka aku akan mengguncang dunia.” Dari kata mutiara tersebut, jika dilogika, pemuda yang mencintai tanah air pastilah memperoleh pendidikan. Entah itu pendidikan moral, agama, patriotisme, dan lain-lain. Jika Bung Karno berkata seperti itu, bukankah hebat sekali? Tentu saja kita sebagai penerus harus mampu menjalankannya.
Tetapi, sistem pendidikan saat ini mulai banyak pertentangan. Mulai dari keluhan kurikulum 2013 hingga full day school. K13 membuat pelajar tertantang dengan metode ‘guru hanya sebagai fasilitas’ sehingga harus mempelajari sendiri materi-materi sekolah. Tertantang untuk membuat presentasi dan mendapat banyak tugas. Belum lagi pulang malam karena program full day school, belum tertambah ekstrakulikuler yang diikuti. Banyak dari golongan pelajar, SMP hingga SMA mengeluh waktu tidur kurang, ulangan tidak teratur dan lain sebagainya. Bahkan, ada yang sampai mengatakan “mending ngga usah sekolah”, “sekolah cuma membuat lelah, lebih baik tidur di rumah.” Banyak pula yang mengeluh jika diharuskan untuk bersekolah. Padahal, menuntut ilmu adalah kewajiban kita semua sebagai penerus bangsa.
Bagi yang mengeluh tentang sekolah, seharusnya kita bersyukur. Masih banyak anak yang tidak bersekolah karena urusan biaya. Bersyukurlah karena kalian lebih berilmu pengetahuan. Banyak anak yang tak bersekolah harus bekerja, berpanas-panasan membantu orang tua dan keluarganya mencari nafkah. Dan jika ada waktu, mereka akan pergi ke sekolah untuk sekedar mendengarkan dari luar kelas, apa yang sedang diajarkan seorang guru. Sedangkan kita? Hanya sekedar duduk dan menerima pelajaran, biaya pendidikan sudah diurus orang tua, bahkan mendapat uang saku, seharusnya lebih bersemangat daripada yang harus mencari nafkah. Jika pun mereka bersekolah, banyak dari mereka tak memiliki seragam yang layak pakai. Taraf pendidikannya juga tergolong rendah. Kita yang berada di kota, saat kelas 3 SD sudah menerima operasi perkalian, mungkin di daerah pelosok masih penjumlahan.

Nah, masih mau mengeluh lagi? Ayo kita intropeksi diri. Semua yang kita dapatkan seperti tugas melimpah, ulangan dadakan hingga pulang malam adalah tantangan untuk kita, serta bertujuan untuk mempersiapkan kita ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Semakin tinggi jenjang, bukankah tantangannya semakin banyak? Memang kita tidak bisa mendapat waktu tidur yang banyak, tetapi 7-8 jam sehari sudah cukup. Kita harus pandai mengatur waktu. Tidak sedikit pula orang yang mampu menjalani sistem pendidikan ini. Mereka bisa,mengapa kita masih belum bisa? Ayo semangat untuk menuntut ilmu, sesuai pepatah, ‘tuntutlah ilmu sampai ke negeri China’.

Nama : Andini Firyal Pramesti
Kelas asal : X MIA 3
Kelompok : 3

Komentar

Postingan Populer