Kelebihan Cara Berpikir Tiap Gender

Pria dan wanita kerap bersanding di dunia akademik maupun non akademik. Suatu contoh saat di kelas. Secara tak langsung, yang biasanya akrab harus menjadi rival dalam hal ini, yaitu nilai tugas, ujian, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengalaman saya sebagai penulis artikel ini, saat SMP dulu, teman-teman pria saya lebih tinggi nilainya daripada perempuan. Contohnya saat pemetaan kelas try out ujian nasional. Kelas unggulan, yaitu 9.1 dan 9.2 hampir semua dari kelas saya adalah laki-laki dan perempuannya paling hanya 1 atau 2. Kemudian timbul pertanyaan, apa yang membuat hal ini terjadi?
Padahal, berdasarkan observasi, anak laki-laki lebih sering memanfaatkan waktunya untuk bermain game online dan lebih jarang belajar daripada perempuan (mungkin berbeda di tempat lain karena ini berdasarkan pengamatan sekitar penulis). Namun, ada yang mengatakan bahwa laki-laki berpikir secara logika dan perempuan dengan perasaan atau emosi. Jadi, tak heran jika lebih sering menemui guru, dosen, atau profesor dalam bidang logika: matematika, fisika, dan kimia, yang berjenis kelamin pria. Akan tetapi, juga tidak sedikit wanita yang bergulat diprofesi tersebut. Sedangkan untuk mata pelajaran yang memerlukan hafalan dan pemahaman tinggi seperti biologi, ekonomi, sastra, dan lain-lain biasanya wanita lebih unggul. Namun sama halnya dengan tadi, tak jarang juga seorang pria menguasai bidang-bidang tersebut.
Dalam permainan game online, contohnya Dota 2, seorang pemain harus menggunakan logika juga agar bisa mengatur strategi. Mungkin itulah sebabnya mengapa anak laki-laki di kelas penulis lebih pandai dalam bidang logika. Tulisan seorang wanita juga cenderung lebih rapi, sehingga bisa mempermudah menghafalkan materi.
Keunggulan cara berpikir dari masing-masing adalah: seseorang dengan cara pikir logika (yang kebanyakan laki-laki) lebih mudah untuk menyelesaikan permasalahan rumit, terlihat lebih dominan dalam akademik dan cara pandangnya tak lagi sederhana. Sedangkan seseorang yang cara pikirnya dengan perasaan dan emosi, mereka lebih bisa memahami pelajaran dan mengingatnya, juga lebih peka terhadap apa yang sedang terjadi.
Ada kelebihan, ada juga kekurangan, yaitu : seseorang dengan cara pikir logika lebih sulit untuk mengingat materi, karena logika termasuk short term memory dan sulit peka terhadap apa yang baru saja terjadi. Sedangkan yang cara pikirnya dengan perasaan, mereka cenderung mudah galau (melankolis) dan hal-hal yang sejenisnya.

Namun pada intinya, tidak semua perempuan berpikir dengan perasaan, sebaliknya juga dengan laki-laki tidak semua berpikir dengan logika. Untuk kasus akademik tadi, wanita juga bisa unggul dibanding pria di segala bidang, tentunya dengan usaha.

Komentar

Postingan Populer