Kebhinekaan yang Tercabik


Indonesia, satu kata yang tak asing terdengar. Kekayaan alam dan keberagaman suku di Indonesia menambah keindahannya. Negara yang tertidiri atas 17.508 pulau, daratan seluas 1.919.440 km² dan keeksotisan laut seluas  3.273.810 km² yang mengelilinginya. Ya, kemakmuran Negara ini memang tak perlu dipertanyakan lagi. Berbagai kekayaan alam pun,  mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari –hari. keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, bahasa daerah, dan masih banyak lainnya. Dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Hidup rukun berdampingan dengan perbedaan tersebut sudah menjadi hal biasa di Negara ini. Terjalinnya kerjasama dan tolong menolong seperti saat perayaan keagamaan pun menjadi salah satu contohnya.
Namun kini, pemandangan indah itu kian memudar. Kepentingan yang tak lagi sama, hingga memecah dalam berbagai golongan. Kerusuhan pun kian terjadi dimana-mana. Akibatnya, air mata, luka, dan nyawa menjadi sasarannya. Sekelompok orang yang bahkan menutup mata dan telinga dalam-dalam untuk sengaja mengabaikannya. Pelajaran kewarganegaraan pun mulai disepelekan. Khidmatnya suasana upacara yang kian menghilang pada segelintir jiwa. Memang zaman yang tak lagi sama, kebersamaan yang hilang karena ambisi bersaing yang begitu keras.
Ya, Indonesia yang kini memanglah tak sama halnya seperti dahulu. Kecanggihan dan kemajuan teknologi menjadi salah satu faktornya. Berbekal itulah, rasa kebersamaan seakan tergerus oleh ambisi dan individualisme yang tinggi. 


Aulia Choirunnisa'
XI MIA 1/ Kelompok 1
Tema: Indonesia

Komentar

Postingan Populer