Gaya Hidup Anak Anak Jaman Now
Gaya
hidup. Banyak pengertian dan contoh dari sebuah gaya hidup. Entah itu
menyangkut tingkat kasta seseorang dihadapan publik ataupun hanya sebuah kata
yang diabaikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa di seluruh dunia terdapat bermacam
macam gaya hidup. Entah gaya hidup setingkat dengan sosialita, ataupun hanya
pinjam barang demi gengsi semata.
Di
Indonesia, rata rata tingkat gaya hidup pelajarnya kurang bagus. Mereka dengan
santainya merusak diri mereka sendiri dengan dicekoki hal hal tidak pantas
seperti minum minuman keras, pergaulan bebas, narkoba, dan hal buruk lainnya.
Bisa dikatakan anak lepas tanpa kendali orangtua. Entah mereka ditinggal pergi
untuk waktu yang lama atau orangtuanya tidak peduli anaknya pergi kemana. Yang
jelas orangtua “separuh”nya memegang peranan terhadap kemana dan bagaimana anak
tersebut tumbuh.
Namun
tidak sepenuhnya orang tua juga salah. Anak yang membandel terhadap orang
tuanya sendiri juga terkadang menjadi penyebabnya. Pengaruh pengaruh dari
lingkungan sekitarnya yang mungkin juga ugal-ugalan mampu membuat pikiran anak
tersebut semakin kotor dan berani untuk membandel terhadap orangtua. Yang jelas
agar gaya hidup pelajar di indonesia semakin baik, dibutuhkan sebuah kerjasama
dari orangtua dan juga anak itu sendiri.
Menurut
KPAI pada Oktober, 4 tahun silam, sebanyak 63% remaja di Indonesia mengaku
telah melakukan seks pra-nikahyang tentunya akan meningkat pada setiap tahunnya
jika tidak ada kesadaran sendiri dari pihak-pihak terkait. Data itu belum
terkait tentang remaja dengan penyalahgunaan narkoba, perokok muda, penenggak
miras, dan bermacam macam kasus lainnya.
Hal
itu membuktikan bahwa gaya hidup para remaja di Indonesia masih jauh dari kata
“layak”. Sampai sekarang, masih banyak ditemui para remaja yang bergerombol
kesana kemari bicara apa saja dengan temannya pada waktu sekolah, diluar
sekolah. Jika dirasa orangtua dan anak masih belum cukup ampuh mengatasi
“masalah rakyat” ini, maka dibutuhkan campur tangan dari pihak ketiga yaitu
lembaga-lembaga yang berwajib seperti KPAI, Polri, dan lembaga yang terkait
lainnya. Seyogianya sebagai pelajar yang terpelajar, kita diharap bisa
menghidarkan diri dari gaya hidup yang negatif, tidak hanya di kalangan pelajar
namun juga di kalangan publik.
Nama : Tegar Alwinata M.
Tema : Gaya hidup
Kelompok: 4
Kelas : X MIA 6
Komentar
Posting Komentar