DI ATAS PULAU PAPUA
DI ATAS PULAU PAPUA
Pagi ini kota Oxford terasa sangat segar.Ani masih berada di dalam rumahnya merapikan tugas untuk kuliah hari ini.Padahal jam kelas yang pertama masih kurang setengah jam lagi,namun Ani sudah terburu-buru.Dia merasa sangat malu jika datang terlambat dan tidak mengerjakan tugas.Oleh karena itu,banyak teman Ani yang suka dengan kepribadiannya.Dia berkuliah di University of Oxford.Setelah pulang dari kampus nanti,Ani berencana untuk mengunjungi kantor KBRI.Biasanya setiap hari Senin mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Oxford berkumpul.
Setelah berada sekitar 3 jam di kampus,akhirnya Ani bisa pulang.Ani pergi ke KBRI ditemani oleh 2 kawannya yaitu Violetta dan Gabby.Violetta adalah anak kutu buku dengan pemikiran yang tajam,tetapi dia sering tertidur di kelas.Sedangkan Gabby dia anaknya biasa saja dalam bidang akademis,namun keahliannya dalam bermusik sudah tidak dapat diragukan lagi.Mereka pergi menggunakan sepeda.keceriaan dan suasana kota Oxford yang lagi mendung lengkap menemani perjalanan mereka.
Terlihat dari luar gedung ada beberapa mahasiswa yang sudah datang.Ketiga sahabat ini sangat senang sekali karena ada salah satu teman yang membawa nasi kotak.Mereka bersalaman dengan para mahasiswa Indonesia yang sudah hadir.
Ario yang merupakan ketua dari organisasi ini memberikan salam sebagi tanda kegiatan dimulai .Dia adalah seorang mahasiswa fakultas teknik kimia .Awalnya kumpulan ini bingung akan membahas tentang apa.Setelah beberapa menit,Ani mengusulkan untuk membahas keadaan daerah yang berada di pedalaman.Menurut Ani pembangunan di Indonesia itu tidak merata.Daerah di pedalaman masih kurang air bersih,listrik yang mecukupi dan fasilitas pendidikan yang masih sangat kurang.Violetta dengan gaya berbicara yang khas menceritakan tentang pengalamannya saat pulang ke Jakarta minggu lalu.Ia menceritakan tentang keadaan lingkungan di Jakarta.
Akhirnya mereka semua memutuskan untuk mengadakan bakti sosial dan saat liburan musim panas besok mereka akan berkunjung ke papua untuk membantu keadaan disana.Ani terlihat sangat semangat sekali.Begitu juga dengan teman – teman yang lain.
Setelah sampai di rumah ,Ani memikirkan tentang cerita temannya tentang kualitas pendidikan di Indonesia yang masih sangat kurang.Dia memikirkan apa yang bisa lakukan untuk Indonesia.Akhirnya semangat yang bergelora timbul dari dalam diri Ani.Dia bertekad untuk menyelesaikan kuliahnya disini dan menerapkan ilmu yang dia dapat di Indonesia.
Satu tahun berlalu
Hari ini adalah hari kelulusan Ani,Ceweitu berdiri di dalam barisan.Satu per satu teman Ani maju untuk dilantik menjadi wisuda.Lalu ,giliran Ani tiba dia segera maju dan menerima tanda lulus dengan IPK 3,89 dan dia diberi gelar cumlaude.Tiba –tiba terlintas dalam pikiran Ani tentang kondisi Indonesia saat dia kembali ketika musim panas kemarin beserta temannya.Tak disangka air mata Ani menetes dan semangat nya semakin bergelora.Di tambah lagi saat Ibu Ani memeluk Ani dan berkata agar Ani melakukan yang terbaik untuk bangsa nya.Ibu Anie memiliki jiwa nasionalisme yang sangat besar.
Untuk satu minggu ini Ani masih menetap di Inggris untuk mengurus surat – surat .Sekaligus berkeliling di kota itu.Dia sangat terinspirasi melihat masyarakat disana yang bisa hidup berdampingan dengan banyak nya perbedaan.Hal buruk terjadi selama satu minggu ini,dosennya Ani meminta agar Ani bekerja di Negara Inggris.Akan tetapi,Ani tetap teguh pada tujuannya untuk membangun Indonesia.Walaupun digoda olah gaji yang sangat tinggi.setelah sering sekali berargumen akhirnya dosen itu menyerah.
Ani dibantu oleh Violet mengepak barang ke dalam tas.Gaby tidak bisa ikut membantu karena tugas nya masih menumpuk.Hari ini dia akan pulang ke Indonesia karena semua surat sudah selesai.Pesawat akan berangkat jam 9 malam sedangkan sekarang masih jam 5sore.Setelah selesai,Ani dan Violet bercerita banyak hal dan berperlukan.Violet berkata dia sangat bangga dengan jiwa nasionalisme yang dimiliki oleh Ani dan dia akan menyusul Ani jika sudah lulus nanti.Selama di bandara justru Violet yang banyak berbicara sepertinya dia tidak ingin Ani pergi
Papua menjadi tujuan pertama Ani.Satu minggu penuh ia disana Ibunya ikut juga menemani Ani karena beliau juga ingin ikut berkontribusi. Mereka tinggal disalah satu rumah penduduk di daerah pedalaman.
Hari pertama dia mengumpulkan anak-anak dan remaja desa di Balai RW.Dia mengajak semuanya untuk membaca buku yang dia bawa dan yang dibawa oleh mamanya.Terlihat tawa keceriaaan yang lebar dari mereka.
Ada salah satu remaja yang menarik perhatian Ani,remaja itu bernama Farah.Remaja itu berbeda dengan remaja yang lainnya .Dia membaca buku tentang bahasa inggris.Setelah berbicang cukup lama,Ani mencoba bertanya alasan tidak adanya sekolah di daerah ini.Farah menjelaskan bahwa kepala desa sudah mencoba untuk usul tetapi tidak ada jawaban.Itu semua karena daerah ini yang berada di pedalaman dan jarang sekali PNS yang mau mengajar di daerah seperti ini.Selanjutnya Ani bertanya mengenai cita-cita Farah.Cewek yang berwajah manis ini memiliki cita-cita yang sangat besar yaitu menjadi seeseorang ahli tambang agar dia bisa menyelamatkan Freeport.
Hari kedua Ani memberikan pelajaran matematika.Untuk kedua kalinya Farah menarik perhatian Ani.Farah dengan cepat mengerjakan soal matematika.Dalam benak Ani berfikir segitu teganya pemerintah Indonesia tidak mendukung dan memfasilitasi anak emas seperti Farah ini.Dikala semuanya sedang beristirahat ,Ani menghampiri Farah dan bertanya tentang sekolah.Sungguh terlihat keceriaan dan semangat di wajah cewek yang manis itu.
Keberuntungan datang dari Allah.Ketika sedang membuka google ada informasi tentang olimpiade nasional.Jika farah bisa memenangkan olimpiade ini,maka Ani bisa lapor agar di daerah ini dibangun sebuah sekolah yang berkualitas.Ani dengan cepat menelepon pihak panitia.
Keesokannya Ani langsung memberitahukan tentang hal ini kepada Farah.Setelah itu mereka berlatih setiap hari.Ani rela menggunakan uang tabungannya untuk transportasi menyebrang pulau.Saat ini dua kali seminggu mereka pergi menuju ke kota untuk bersekolah.Mereka juga rela belajar setiap hari agar bisa lolos dalam olimpiade itu.Ani sangat bangga karena kemauannya untuk belajar sangat tinggi
Dua bulan kemudian……..
Hari ini Ani dan Farah berangkat ke pusat kota untuk melakukan seleksi.Kedua wanita itu berangkat setelah sholat shubuh dan sampai sekitar jam 8 pagi.Perlombaan di mulai jam 9 sehingga masih cukup waktu untuk melakukan administrasi.Selama menunggu perlombaan dimulai banyak sekali orang yang membicarakan Ani dan Farah karena mengetahui mereka berasal dari daerah pedalaman.Banyak juga yang meragukan Farah bakalan gugur di tahap pertama.Awalnya Farah sempat minder namun Ani terus memberi semangat
“Kamu ga boleh nyerah far.Lihat orang-orang itu tidak bisa menghargai perbedaan.Negara Indonesia butuh pemimpin seperti kamu yang bisa mengajari mereka cara menghargai perbedaan .Ayo tunjukan bahwa kamu itu ga seperti yang mereka bilang dan .Ingat tujuanmu untuk membangun sekolah di desa .jadi kamu harus semangat “Ucap Ani menyemangati Farah.Jam menunjukkan tepat pukul 9,tanda perlombaan dimulai.Cewek berdarah asli papua itu masuk kedalam ruangan dan Ani menatap dari ruang jendela
Setelah menunggu beberapa lama,akhirnya pengumuman itu ditempel didepan.Tertulis nama Farah berada pada urutan ke 5.Mereka sangat sekali dan banyak orang yang tidak percaya.Hal itu membuat Farah terus semangat belajar agar bisa menjadi juara.Jarak antara penyisihan ,final dan grand final sangat dekat yaitu hanya satu minggu.
Setiap hari Farah rajin latihan soal dan berdoa.Ani juga selalu sabar menemani Farah belajar hingga larut malam.Bagi Ani ,Indonesia sangat butuh orang-orang seperti ini yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak.
Hari-hari yang ditunggu telah datang,saat nya mereka kembali berlaga di olimpiade itu.Kali ini wajah Farah lebih pucat daripada waktu penyisihan itu.Sedangkan orang-orang yang dulu mengucilkan Ani,berbeda dengan sekarang.Mereka lebih menghargai Farah.Ani berharap semua orang di Indonesia bisa seperti ini , sehingga Indonesia bisa menjadi Negara yang lebih maju.
Final sudah ditaklukan oleh Farah.Saat nya untuk lanjut ke grand final besok.Sehingga Ani dan Farah menginap di penginapan yang di sediakan oleh pihak lomba.Malam ini terasa sangat sunyi karena Farah yang sedari tadi sholat,dzikir dan terus belajar.Tak disangka air mata Ani menetes saat melihat Farah sholat malam.Sungguh besar perjuangan mereka untuk Indonesia.
Embun pagi menempel pada jendela kamar.Udara pagi yang sejuk masuk melalui cela-cela jendela.Terlihat Farah sedang duduk dipojok kamar sambil meringis kesakitan.Ternyata dia jika sedang tegang ,perutnya akan sakit dan lebih parahnya kemarin dia mengerjakan soal dalam keadaan menahan sakit.Awalnya cewek itu tidak mau mengaku tentang rasa sakitnya,namun Ani terus memaksa agar dia mengaku.Setelah itu,Ani mengajak Farah untuk minum obat beristirahat.
Waktu berlalu sangat cepat,sekarang waktunya Ani maju ke babak akhir.Sebelum masuk ruangan,Ani memberitahu bahwa Farah harus mengingat tujuannya.Terlihat dari dalam ruangan Farah dengan wajahnya yang tegang ,sedangkan Ani dari luar ruangan terus berdoa agar Farah bisa mengerjakan soal dengan baik dan menahan rasi sakit perutnya.Babak akhir ini berlangsung selama 2 jam lamanya diliputi oleh rasa tegang.Sesekali Ani melihat Farah dari luar ruangan,Tangan kiri farah memegang perutnya lalu tangan kanan memegang pensil.Ani rasanya ingin sekali berada di sebelahnya namun tetap saja tidak bisa.Hanya doa yang bisa mendampingi Farah.
Tepat jam 12.00 ada seorang lelaki menggunakan seragam yang menyuruh mereka masuk kedalam aula karena sudah waktunya pengumuman.Setelah sambutan ,tidak lama kemudian pembawa acara menyebutkan satu per satu para pemenang dan mendapat piala bergilir dari presiden.Urutan pemanggilan dari juara 3 ke juara 1.Nama Farah juga belum disebut hingga ke urutan 2.Teriakan yang keras keluar dari mulut Ani ketika mendengar nama Farah disebut di urutan no 1.Air mata Ani juga tumpah ketika melihat farah menerima pialah bergilir dari presiden dan saat turun dari panggung ani langsung memeluk Farah.Ani berharap agar pemerintah membangun sekolah yang berkualitas di desanya dan cewek manis berdarah Papua ini bisa sekolah dengan baimembangun Indonesia.Sekaligus dari pengalaman Farah ini orang-orang bisa menghargai perbedaan dan Indonesia menjadi Negara yang bersatu.Sejak kejadian itu kampung Farah diperhatikan oleh pemerintah.
10 tahun kemudian…….
Siang ini sangat panas sekali.untungnya Ani sedang berlibur bersama mama di dalam mall.Saat ini Ani lebih memilih tinggal di papua karena masih banyak yang harus ia selesaikan karena dia mempunyai usaha restaurant di Papua.Ketika sedang melihat –lihat pakaian kerja disebuah butik ternama,ada seorang cewek bertubuh tinggi,berkulit sawo matang dan rambut yang panjang sebahu menggunakkan pakaian kerja yang sanagat mewah menyita perhatiannya. Cewek itu terlihat sama seperti farah.Secepatnya Ani menghampirinya dan mencolek bahunya dari belakang.Cewek itu langsung menoleh karena kaget dan ternyata benar cewek manis itu adalah Farah.Sekarang Farah tumbuh menjadi wanita dewasa yang sukses.Impiannya bekerja di Freeport dan menyelamatkan Indonesia dikabulkan poleh Tuhan.Mereka saling berpelukan dan Ani sangat bangga dengan kerja keras Farah selama ini.
Komentar
Posting Komentar